Kenapa Buruh Tidak Menuntut Saham?

by
Koperasi Karyawan KWSG

Hari buruh kali ini pemberitaan yang beredar sepertinya tidak jauh berbeda dengan 2014 masih tentang siapa yang akan di dukung KSPI dan bisa anda tebak pak Said kembali berlabuh kepada Prabowo. Tuntutan buruh dari tahun ketahun adalah kenaikan upah, kesejahteraan buruh selalu di nilai dari berapa besar kenaikan upah yang diperoleh. Beberapa pihak menyebut bahwa seharusnya buruh juga melihat kinerja mereka sebelum menuntut rewards, pendapat yang sah – sah saja, tetapi sebenernya masih ada cara lain untuk membuat buruh menjadi sejahtera dengan cara memiliki saham di tempat dimana mereka bekerja.

Salah satu “tokoh” muda koperasi Mas Suroto sering memperdengarkan pendapat yang cukup tajam terkait kepemilikan saham oleh buruh. Bukan tanpa alasan kenapa seharusnya pekerja di sektor industri mendapatkan share saham karena impactnya adalah kepemilikan suara atas setiap keputusan perusahaan, pembagian deviden dan aset di masa depan. Idealnya perusahaan memberikan sharing saham kepada pekerjanya untuk meningkatkan ownership dan tentu saja kinerja. Kepemilikan saham juga bisa dilakukan dengan cara serikat pekerja membeli saham dari perusahaan yang sudah go public untuk anggotanya.

Serikat Buruh memiliki kemampuan untuk membeli saham dari perusahaan go public. Seperti diberitakan Liputan6, Serikat buruh seperti KSPI memungut iuran 1 % dari upah sektoral, jumlah iuran yang diteraima organisasi seperti KSPI bisa bernilai milyaran rupiah setiap bulannye, dengan kemampuan menghimpun dana sebesar itu maka bukan tidak mungkin serikan pekerja mengumpulkan dana untuk membeli saham perusahaan yang go public. Kita ambil contoh saja saham Astra yang hari ini bertengger diangka Rp. 7.150 perlembar Saham, anggap saja dana yang terkumpul 1 Milyar maka akan diperoleh 133 Ribu lembar saham, dengan nilai deviden Rp.168 setiap tahun pemilik saham akan menerima Rp. 22.400.000 deviden, tetapi yang lebih penting dari itu adalah buruh bisa memperoleh hak suara langsung di Rapat Pemegang Saham Astra, melihat besarnya potensi anggota federasi buruh yang mencapai 1,6 Juta anggota maka mengumpulkan dana untuk membeli saham sangatlah mungkin.

Pertanyaan selanjutnya, instrumen organisasi yang akan digunakan apa? tentu saja koperasi buruh. Koperasi adalah badan usaha yang bisa melakukan tindakan hukum seperti membeli saham. Jika kita berbicara koperasi karyawan atau koperasi buruh dan potensinya , koperasi warga semen gresik bisa menjadi contoh bagaimana kopkar mampu menjadi mitra strategis perusahaan bahkan saat ini koperasi yang berpusat di Jatim tersebut mampu membangun pabrik papan semen pengganti kayu GRESS Board.

Memperjuangkan nasip buruh adalah kewajiban bagi setiap orang yang peduli dengan pemerataan kesejahteraan, tentu saja kepemilikan saham karyawan atas saham perusahaan dimana ia bekerja adalah salah satu solusi yang patut untuk diperjuangkan. Instrumen hukum yang memungkinkan buruh menuntut sharing saham memang belum tersedia saat ini, tetapi ada cara lain agar saham bisa dimiliki buruh melalui koperasi butuh ataupun koperasi karyawan.

One thought on “Kenapa Buruh Tidak Menuntut Saham?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *