Koperasi Uber Taksi sedang menjadi sorotan saat ini pasca demo pengusaha taxi yang mengingkan aplikasi berbasis smartphone tersebut dihapus. Saya tidak akan berkomentar tentang demo tersebut, tulisan saya ini sekaligus menjawab pertanyaan salah seorang member kperasi.net tentang legalitas Koperasi Uber Taxi.

Legalitas Koperasi Uber Taksi

Perlu dicatat yang berkoperasi pada prinsipnya adalah pemilik kendaraan yang bergabung dengan uber jadi bukan uber nya yang menjadi koperasi. Pengemudi taksi berbasis aplikasi online ini telah membentuk koperasi Jasa trans Usaha Bersama (UB) yang diketuai oleh Suharyanto. Koperasi UB ini diklaim telah memiliki anggota sebanyak 980 orang. Koperasi pengemudi Uber Taksi ini dibuat karena pihak pengembang aplikasi mensyaratkan setiap pengemudi yang bergabung harus memiliki badan usaha.
Data yang dirilis Kemenkop UKM Menunjukan bahwa koperas UB yang berafiliasi dengan uber ini telah mendapatkan Badan Hukum Koperasi Tahun 2015. Berikut detail informasi “Koperasi Uber Taksi” yang saya cuplik dari laman depkop.go.id

Nama:  Koperasi Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama
Nomor Badan Hukum:  1237/BH/M.KUKM.2/VIII/2015
Tanggal Badan Hukum:  08-03-2015
Status Koperasi: Aktif
Alamat: Jl. Prof. Soepomo Kav. G No.73 Kelurahan / Desa Menteng Dalam Kecamatan Tebet Kabupaten Kota Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakart
Bentuk Koperasi: Primer Nasional
Jenis Koperasi Konsumen
Ketua Umum: Heriyanto Mangundiharjo
Sekretaris: Supriyanto
Bendahara: Agung Eko Ismawanto

Tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada lagi koperasi lain yang bergabung dengan Uber. semoga menjawab pertanyaan tentang koperasi Uber.