Manajemen Minimarket Koperasi Konsumen akan menjadi bahasan baru dalam posting blog koperasi.net ini. Sebagai pembuka saya membuat pendahuluan tentang manajemen minimarket koperasi. Di Indonesia Koperasi Konsumen tidak sementereng koperasi simpan pinjam tetapi jika ditilik dari potensinya sebenarnya koperasi jenis ini mempunyai kekuatan pasar yang luar biasa besar. Kementrian Koperasi merilis jumlah anggota koperasi mencapai 33 Juta, dengan kekuatan anggota yang sedemikian besar Koperasi sejatinya mampu menjadi faktor penentu arah kebijakan ekonomi.

Sebagai orang yang besar di dunia koperasi Konsumen dan bergelut selama sekian tahun sebagai konsultan minimarket saya dengan sangat yakin mengatakan bahwa bentuk yang paling cocok untuk dikembangkan di Indonesia adalah koperasi Konsumen. Keyakinan ini semata bukan disdsarkan kepada besarnya potensi pasar yang sudah tersedia tetapi juga berangkat dari fakta bahwa negara kita saat ini pertumbuhan ekonominya masih di sokong oleh konsumsi.

Baca juga : Cara Mendirikan Koperasi Konsumen 
Analisis Pasar Minimarket Koperasi. Minimarket koperasi yang masuk kategori ritel koperasi pada prinsipnya mempunyai potensi lebih baik dibandingkan minimarket berjejaring, kenapa demikian karena basis anggotanya, artinya dari aspek pasar sudah siap, yang menjadi tantangan selanjutnya adalah bagaiama menyediakan produk murah dengan margin yang aman untuk bisnis. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam manajemen minimarket koperasi terdapat beberapa point, berikut ulasanya.

Penelitian terkait toko modern yang dirilis oleh UGM di Yogyakarta sebuah minimarket idealanya melayani 1000 keluarga dalam 1 bulan, maka sebuah ritel koperasi setidaknya memiliki 500 sd 1000 anggota dengan asumsi bahwa setiap anggota memiliki hubungan kekeluargaan dengan jumlah tanggungan 3 maka pasar toko koperasi sudah mencapai 3000 orang setiap bulan. Pada tahun 2012 konsumsi perkapita menurut bps jogja sekitar 700 ribu dalam 1 bulan, artinya untuk 3000 orang maka jumlah uang beredar dalam kurun waktu 1 bulan adalah 2.1 M , Jika merujuk kepada prosentasi pasar minimarket sebesar 20% maka potensi omzet setiap toko modern yang melayani 3000 konsumen adalah Rp. 420 Juta perbulan.

Produk Minimarket Koperasi

Omzet dari sebuah toko modern tidak hanya di tentukan oleh jumlah pasar tetapi juga banyaknya persedian yang sala satu indikasinya adalah luas ruangan yang digunakan dan jumlah rak minimarket untuk memajang produk. Untuk mengetahui jenis rak silahkan kunjungi page anggota kami yang jual rak minimarket.

Untuk ruangan sebesar 100 meter persegi potensi omzet bulanan berdasarkan jumlah persediaan barang adalah 250 juta per bulan dengan jumlah item sebanyak 3000 sd 3500 item. Kelengkapan produk, penataan yang baik dan sistem inventory yang memadai akan membantu meningkatkan sales serta menekan biaya operasional. Saya berikan contoh minimarket koperasi PDAM Tarakan yang omzetnya naik 400% setelah melakukan penataan ulang produknya anda bisa baca di blog web minimarketrak.

Harga Minimarket Koperasi

Point ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam konteks manajemen minimarket koperasi, karena kekuatan utama dari usaha bersama adalah loyalitas anggota, dan loyalitas ini hanya bisa didapatkan jika anggota mendapatkan kemanfaatan ekonomi dari koperasinya. Koperasi harus bisa memberikan harga lebih baik kepada anggota di bandingkan di toko non koperasi.

harga lebih baik artinya tidak harus selalu membuat toko koperasi rugi, setidaknya sedkit lebih rendah di bandingkan kompetitor. Strateginya bisa berbagai macam salah satunya adalah menjual produk dalam bentuk curah, mencari suplayer dengan harga terendah, menekan biaya operasional hingga 2 persen plus gaji dan masih banyak lagi strategi lainya.

Perlu di tekankan bahwa tujuan akhir dari keberadaan minimarket koperasi adalah memberikan kemanfaatan ekonomi kepada anggota bukan mengumpulkan keuntungan untuk organisasi koperasinya. Untuk kondisi tertentu bahkan koperasi bisa mejual produk kepada anggota senilai hpp nya saja dan menjual kepada non anggota dengan harga normal. Bagaimana dengan SHU? Ukuran sukses dari koperasi bukan besarnya SHU tetapi peningkatan kapasitas ekonomi anggota. Dengan prinsip ini perkembangan koperasi ditentuan oleh perkembangan ekonomi anggotanya. Ingat anggota lebih suka diberikan diskon langsing daripada dalam bentuk SHU yang dibagi.

Pelayanan Minimarket Koperasi

Point ini sering diabaikan, bahkan ujung tombak customer servis ritel koperasi yakni pramuniaga tidak dibekali ketrampilan yang baik untuk melayanai anggota yang notabene adalah pelanggan tetap. Mulailah berbenah berikan pelayanan terbaik untuk anggota dan loyalitas anggota akan terbentuk dengan sendirinya.

Point-point diatas adalah ulasan umum dari konsep manajemen ritel modern, perlu pembahasan lebih dalam untuk bisa memahami lebih jauh. Maka saya membuka diskusi dan pertanyaan untuk mempertajam materi saya. Silahkan anda tinggalkan komentar atau pertanyaan akan saya buat postingan baru untuk menjawab pertanyaan saudara saudari tentang manajemen minimarket koperasi.