CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI PART 3

Contoh Perhitungan SHU Koperasi. Melanjutkan posting sebelumnya tentang pengertian SHU Koperasi dan lanjutanya.Sesuai dengan perundang undangan kopesi indonesi pembagian SHU KOPERASI “biasanya” dibagi atas bagian-bagian yang telah disebutkan sebelumnya. Dikatakan “biasanya” karena pembagian SHU KOPERASI tetap harus sesuai dengan keputusan anggota di RAT yang dituangkan dalam AD/ART.

Pembagian SHU Koperasi

Pembagian yang “ideal” dan biasa dipakai pada koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Cadangan : 40 %
  • Shu Koperasi Dibagi pada anggota : 40 %
  • Dana pengurus : 5 %
  • Dana karyawan : 5 %
  • Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %
  • Dana sosial : 5 %

cara menghitung shu koperasi

Persentase penghitungan DHU Koperasi pun ditentukan pada RAT dan harus dituangkan dalam AD/ART koperasi. Jika anggota menginginkan SHU KOPERASI dibagikan seluruhnyapun tetap boleh, tapi tentu hal ini tidak dianjurkan karena keberadaan dana cadangan dll juga sangat penting untuk keberlangsungan koperasi.

Rumus Cara Menghitung Shu Koperasi

Sesuai janji saya, pada postingan kali ini saya sampaikan cara penghitungan shu koperasi. Secara matematik rumusan penghitungan shu koperasi adalah sebagai berikut:

Shu koperasi = y+ x

Dimana:

Shu koperasi : sisa hasil usaha koperasi per anggota

Y : shu koperasi yang dibagi atas aktivitas ekonomi

X: shu koperasi yang dibagi atas modal usaha

Dengan menggunakan model matematika, shu koperasi per anggota dapat dihitung
Sebagai berikut.

Shu koperasi= y+ x

Dengan
Shu koperasi ae = ta/tk(y)
Shu koperasi mu = sa/sk(x)

Dimana.

Shu koperasi: total sisa hasil usaha per anggota
Shu koperasi ae : shu koperasi aktivitas ekonomi
Shu koperasi mu : shu koperasi anggota atas modal usaha

Y : jasa usaha anggota

X: jasa modal anggota

Ta: total transaksi anggota)

Tk : total transaksi koperasi

Sa : jumlah simpanan anggota

Sk : simpana anggota total

Contoh:
Shu koperasi koperasi a setelah pajak adalah rp. 1000.000,-

Jika dibagi sesuai prosentase pembagian shu koperasi koperasi seperti contoh yang disampaiakan sebelumnya maka diperoleh:

Cadangan : 40 % = 40% x rp.1.000.000,- = rp. 400.000,-

Shu koperasi dibagi pada anggota : 40 % = 40% x rp.1.000.000,- = rp. 400.000,-

Dana pengurus : 5 % = 5% x rp.1.000.000,- = rp. 50.000,-

Dana karyawan : 5 % = 5% x rp.1.000.000,- = rp. 50.000,-

Dana pembangunan daerah kerja / pendidikan : 5 %= 5% x rp.1.000.000,- = rp. 50.000,-

Dana sosial : 5 % = 5% x rp.1.000.000,- = rp. 50.000,-

Yang bisa dibagi kepada anggota adalah shu koperasi dibagi pada anggota : 40 %
Atau dalam contoh diatas senilai rp.400.000,-

Maka langkah-langkah pembagian shu koperasi adalah sebagai berikut:

1. Di rat ditentukan berapa persentasi shu koperasi yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk shu koperasi modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam ad/art karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase shu koperasi yang dibagi atas aktivitas ekonomi ( y) adalah 70% dan prosentase shu koperasi yang dibagi atas modal usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas

Y = 70% x rp.400.000,-
= rp. 280.000,-

X= 30% x rp.400.000,-
= rp. 120.000,-

2. Hitung total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota. Sebagi contoh kita akan menghitung shu koperasi gusbud. Dari data transaksi anggota diketahui gusbud bertransaksi sebesar rp. 10.000,- dengan simpanan rp. 5000,- sedangakan total transaksi seluruh anggota adalah rp.10.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah rp.2.000.000,-

Maka
Shu koperasiae gusbud = rp. 10.000,-/ rp.10.000.000,-( rp. 280.000,-)
= rp. 280,-
Shu koperasimu gusbud = rp. 5000,- / rp.2.000.000,- (rp. 120.000,-)
= rp.300,-

3. Selesai

Contoh diatas diasumsikan bahwa 100% transaksi yang masuk ke koperasi adalah transaksi dengan anggota, padahal dalam kenyataanya pasti ada transaksi dengan non anggota.nah sekarang bagaimana jika ternyata ada transaksi dengan non anggota? Yups kita akan bahas pada kesempatan lain pada posting lanjutan cara menghitung shu koperasi.

56 Comments

  1. Anonim December 19, 2008
  2. yusufmuhammad March 10, 2009
  3. admin March 11, 2009
  4. Arief March 21, 2009
  5. gusbud March 21, 2009
  6. Arief March 23, 2009
  7. gusbud March 23, 2009
  8. ries,men May 18, 2009
  9. gusbud May 19, 2009
  10. jeny June 1, 2009
  11. Anonim September 26, 2009
  12. admin September 27, 2009
  13. admin September 27, 2009
  14. dhiasa janwar October 20, 2009
  15. admin October 20, 2009
  16. Anonim October 24, 2009
  17. admin October 24, 2009
  18. admin February 9, 2010
  19. Anonim April 16, 2010
  20. admin April 16, 2010
  21. Anonim May 31, 2010
  22. admin May 31, 2010
  23. Sam June 1, 2010
  24. Anonim June 17, 2010
  25. mas didik June 22, 2010
  26. Muhammad Syauqi Haris September 3, 2010
  27. BENY BRAVO November 6, 2010
  28. dwi December 9, 2010
  29. tantri December 9, 2010
  30. gatot February 17, 2011
  31. Anonim March 25, 2011
  32. VA July 28, 2011
  33. angga December 16, 2011
  34. Anonim January 22, 2012
  35. lova January 31, 2012
  36. Asep Sumpena February 12, 2012
  37. Asep Sumpena February 12, 2012
  38. Nurul Khotimah June 13, 2012
  39. Heriyadi Natawijaya April 29, 2015
  40. aco yos ghendheng April 29, 2015
  41. Anonim April 29, 2015
  42. Anonim April 29, 2015
  43. KSP LESTARI September 29, 2015
  44. Evi Erawanny Sirait September 29, 2015
  45. Evi Erawanny Sirait September 29, 2015
  46. Wnd December 10, 2015
  47. Asbudi 99 March 13, 2016
  48. Asbudi 99 March 13, 2016
  49. Asbudi 99 March 13, 2016
  50. Aditya Bagaskara June 22, 2016
  51. admin June 22, 2016
  52. Babelan Kita October 23, 2016
  53. Babelan Kita October 23, 2016

Leave a Reply