Koperasi Perumahan Indonesia Solusi Gen Milenial

by
Koperasi Perumahan Indonesia

Koperasi perumahan atau koperasi properti memiliki potensi besar untuk di kembangkan di Indonesia. Koperasi perumahan Indonesia saat ini belum berkembangan dengan baik padahal di banyak negara maju housing co-op adalah salah satu bentuk koperasi yang sangat diminati. Di Amerika serikat menurut data yang dilansir housinginternational.coop misalnya pada th 2012 ada 6.400 koperasi perumahan dengan 1.200.000 tempat tinggal yang terbagi menjadi 425.000 rumah tinggal terbatas dan 775.000 tempat tinggal di tingkat pasar. Secara keseluruhan koperasi perumahan di USA menyumbang sekitar 6% kepemilikan rumah bersama. Bukan hanya di negara maju saja, di negara Asia yang sedang berkembang seperti India koperasi perumahan tumbuh dengan sangat subur. Pada tahun 2011 tercatat 7 juta orang menjadi anggota housing co-op dari 100.000 koperasi perumahan yang mensuplay 2,5 juta tempat tinggal. dari angka 100 ribu koperasi hampir 6.000 diantaranya bergerak di pedesaan dan koperasi perumahan di daerah pedesaan ini telah berkontribusi dalam pembangunan lebih dari 956.000 unit rumah. Fakta koperasi perumahn di India menarik untuk dicermati, karena dari banyak aspek Indonesia memiliki kesamaan, jika di India bisa berkembang seharusnya di nusatara jenis koperasi ini juga bisa tumbuh.

Potensi Koperasi Perumahan Indonesia

Kebutuhan akan hunian saat ini sudah sangat tinggi. Bukan tanpa alasan jika saya menyebut koperasi perumahan indonesia adalah solusi perumahan untuk generasi milenial. Tahun 2016 Kompas merilis berita yang cukup membuat generasi milenial berfikir keras, mereka yang lahir diantara tahun 1981 – 1994 terancam kesulitan mendapatkan rumah pada tahun 2021, serius ? bagaimana jika mereka tidak mendapatkan warisan seperti saya, maka menjadi tukang kontrak seumur hidup bisa saja terjadi.

Saya yang lahir tepat sebelum 1981 saja sudah merasakan betapa mahalnya harga hunian di kota tidak terlalu besar seperti Jogja. Harga perumahan di Sleman dengan radius 5 sd 10 km dari UGM nilanya sangat fantastis. Rumah baru dengan luas tanah 100 meter persegi dan bangunan 45 di hargai di kisaran 750 juta, rumah second dengan masa pakai sekitar 10 tahun dibuka dengan kisaran harga 550 juta, itupun bisanya bukan di dalam kompleks perumahan, didalam perumahan menengah dan elit harganya bisa lebih fantastis. Sebelah kompleks rumah saya rumah dalam cluster luas tanah 100 m persegi 2 lt dijual dengan harga 1,7 M.

Simulai KPR untuk koperasi perumahan Indonesia

Jika mengikuti aturan kredit maksimal 25 % dari pendapatan maka untuk mendapatkan rumah senilai 500 juta harus menyiapkan dana cash sekitar 99 juta untuk DP dan angsuran sebesar 4 sd 5 juta, artinya anda harus berpendapatan minimal 10 sd 15 juta perbulan baik joint income dengan istri atau gaji sendiri. Untuk PNS bisanya jauh lebih fleksible, ada banyak tawaran yang bahkan bisa amenghabiskan hampir 100 % pendapatan bulananya. Bisa dibayangkan jika ingin membeli rumah seharga 1 M minimal pendapatan harus berada di kisaran 28 Juta, itupun kalau tidak memili cicilan mobil, kalau ada maka minimal pendapatan harus berada pada kisaran 40 juta per bulan.

Income 15 juta perbulan dengan UMP Jogja yang hanya berkisar 1,5 juta bagiaman anda bisa membayangkan mendapatkan rumah. Beberapa rekan saya mengambil opsi menyicil DP beberapa tahun, tetapi sulit mendapatkan developer yang memiliki skema seperti itu, kalaupun ada biasanya harga rumah yang ditawarkan ada pada kisaran 1 M ketas.

Saat ini kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 11 juta rumah dan akan terus meningkat pada beberapa tahun yang akan datang. Solusi untuk dapat membeli hunian untuk generasi milineal yang paling logis adalah koperasi perumahan. Jika anda tidak bisa membeli sendiri maka beli bersama untuk dipakai bersama. Perbankan juga akan lebih tertarik memberikan pembiayaan jika mereka yang membutuhkan rumah berhimpun dalam koperasi perumahan Indonesia.

Dengan Koperasi Perumahan Harga Lebih Murah

Perlu saya tekankan bahwa tulisan ini adalah pemantik aksi dari kami, masih sebatas ide tetapi sangat potensial untuk di eksekusi, tentu jika kita bisa mengumpulkan minimal 20 orang yang memiliki persamaan ide. Saya sendiri sudah memilik rumah yang representatif dan apa yang saya lakukan lebih kepada keinginan saya untuk berbagi pengalaman dan membantu anda yang mungkin memiliki ide yang sama dengan saya.

Saya akan membuat sebuah ilustrasi sederhana dengan perbandingan rumah dari developer senilai 1 M keatas yang saya sebut diatas. Jika kita berkoperasi maka ada 2 hal yang bisa kita tekan secara signifikan, pertama adalah harga tanah dan kedua adalah model dan biaya pembangunan. Pemilik property 5 dengan radius 5 km dari UGM biasanya enggan membuat rumah 1 lt karena keuntungan yang diperoleh akan turun. Saya ambil contoh sederhana

Harga tanah diatas 500 meter persegi di seputaran jalan palagan Jogja bisa berkisar dianggka.  3 juta per meter, jika bentuknya berupa kapling 100 meter apalagi di perumahan bisa naik seharga 4 bahkan 6 juta permeter. Kita asumsikan akan membuat rumah type 36 dengan luas tanah 70 meter persegi maka akan dibutuhkan tanah dengan luas sekitar 350 sd 400 ut 4 rumah. Di Sleman sendiri saat ini ada peraturan untuk developer tidak boleh membangun rumah di bawah 100 meter persegi, tetapi karena kita koperasi yang digunakan oleh anggota sendiri maka akan jauh lebih fleksible.

Harga tanah di sekitar area saya dengan luasan diatas 300 meter persegi berkisar antara 3 juta permeter dan kapling luasan sampai 150 rata2 diharga 5 sd 6 juta permeter. Jika kita membangun sendiri biaya bangunan permeter persegi bisa ditekan hingga Rp.2,8 juta permeter persegi dengan developer sekitar 4 juta permeter. Perbandinganya cukup signifikan

Dibangun bersama oleh Koperasi

Tanah 70 Rp. 270 Juta
Bangunan 36 100 Juta
Total 380 Juta

Dibangun oleh developer

Tanah 70 420 Juta
Bangunan 36 144 Juta
Total 564 Juta

Cukup significant bukan ada selisih harga 184 Juta? perhitungan diatas masih harus di buat lebih rinci tetapi prinsipnya dengan membangun bersama2 melalui koperasi perumahan Indonesia maka akan banyak keuntungan bagi generasi milineal.

  • Harga rumah menjadi jauh lebih murah
  • Skema pembayaran yang fleksible
  • Lebih fair untuk penyelesaian sengketa karena ketidak mampuan bayar
  • Memberikan kepastian hukum atas kepemilikan rumah.
  • Berpotensi menjadi bisnis sampingan bagi anggota koperasi

Anda tertarik mendirikan Koperasi Perumahan Indonesia?

saya dukung 100 % jika anda tertarik mendirikan Koperasi Perumahan Indonesia, langkah2 teknisnya sudah sering saya bahas disini. Cara mendirikan Koperasi atau silahkan menghungi kami melalui kontak jika anda ingin berkonsultasi untuk mendirikan koperasi perumahan Indonesia.

4 thoughts on “Koperasi Perumahan Indonesia Solusi Gen Milenial

  1. saya mau tanya tentang koperasi perumahaan itu maksudnya bgmn ya dg 20 orang trs bebaskan lahan gunakan sumb erdana dari mana utk bebaskan lahan sdgkan yg 20 org itu yg mau kredit perumahannya atau bgmn ya?

    1. Saya menyarankan 20 orang ini adalah orang2 yang membutuhkan perumahan, artinya 20 orang ini berkumpul membentuk koperasi dan bersama2 membebaskan lahan serta membangunya dengan badan hukum koperasi

  2. kepada Yth admin
    terimakasih , saat ini saya telah melakukan hal tersebut di koperasi karyawan,
    hitungan itu sebenarnya masih kurang, dimana salah satu hitungan yang lain adalah margin belik lagi ke anggota,

    anggota koperasi belajar untuk berinvestasi dan mewujudkan rumah idaman, didesign sendiri dibangun sendiri bukan idaman developer tentunya hahahahahaha

    dan jangan lupa, perhitungan untuk membuat jalan, tiang listrik drainase, estimasi harga 20% dari total nilai tanah, tapi sekali lagi tetap lebih menguntungkan
    kita bisa menjual harga setengahnya dari harga tanah BTN, walaupun ternyata tetangga kita satu pt semua ,
    saya lagi mencarai AD ART koperasi syariah,

    terimakasih
    saeful

  3. Luar biasa pak syaiful, betul pak, masih ada biaya land engineering dan juga margin, klo memang diputuskan untuk mengambil margin. Jika berkenan profil koperasinya bisa saya post di web ini pak sebagai contoh. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *