Koperasi Simpan pinjam dalam pusaran technologi fintech, demikian sebuah judul makalah yang saya buat ut sebuah diskusi rutin dengan penggiat koperasi beberapa waktu lampau. Tulisan ini berawal dari keresahan saya melihat koperasi seolah-olah menepi dari  pesatnya perkembangan startup fintech yang berkembang 2 tahun terakhir. Saat ini tercatat 142 fintech yang sudah berkembang di Indonesia dan beberapa diantaranya secara tegas menyasar pasar koperasi. Perkembangan bisnis fintech yang sangat pesat ini tentu didorong oleh besarnya pasar keuangan Indonesia dan segmentasi yang di target akan secara langsung bertemu dengan pasar koperasi. Jika selama ini koperasi identik dengan pasar yang un-banked begitu juga dengan fintech. Proses mudah, tanpa agunan dan cepat serta bisa beroperasi diseluruh wilayah indonesia menjadi keunggulan usaha berbasis teknologi ini. Sayangnya dari sekian banyak startup finansial yang hadir tidak satupun yang di jalankan oleha koperasi, alhasil biaya dan bunga yang di kenakan menjadi sangat tinggi, kapitalistik dan tentu saja konsumen tidak memperoleh nilai tambah ekonomi yang sepadan.

Pada prinspnya FinTech adalah inovasi teknologi di bidang keuangan, ada cukup banyak produk seperti mobile banking, rekening ponsel, dan e-banking. Secara global Financial Stability Board (FSB) yang bertugas memonitor global financial system telah membuak beberapa kategori untuk bisnis yang terbilang baru ini, dan jika dilihat dari jenis inovasinya maka koperasi simpan pinjam nantinya akan berhadapan dengan kategori Deposits, Lending, Capital Raising termasuk didalamnya crowdfunding dan peer to peer lending. Anda pernah menemukan web pinjaman online tanpa aguanan seperti uang teman ? nah itu salah satu start up yang saya maksud. Simpan Pinjam Online Tanpa Agunan bisa menjadi solusi untuk gerakan koperasi dimasa datang, pertanyaanya apakah kita cukup siap dengan segala perubahan technpologi yang sedemikian cepat?

Coopcash Kementrian Koperasi Sebagai Jawaban?

Uang Teman Bukan Koperasi simpan pinjam onlineBelum lama ini kementrian koperasi bekerjasam dengan PT. finnet meluncurkan CoopCash sebagai jawaban atas tantangan ledakan bisnis finnet, aplikasi ini masuk kedalam ketgori Payments, Clearing & Settlement termasuk didalamnya mobile payment. Aplikasi seperti ini sejatinya sudah dibuat oleh finnet dengan nama delima point, aplikasi pembayaran online serba ada mirip dengan aplikasi perbankan yang selama ini anda gunakan misalnya BCA mobile, tentu saja aplikasi ini masih belum mengakomodir kebutuhan koperasi simpan pinjam online yang saya sebut diatas. Layanan simpan pinjam Online seperti uangteman menawarkan proses yang mudah cepat dan tanpa agunan, meskipun bunganya sangat tinggi banyak konsumen tidak akan keberatan, karena pinjaman di setting untuk jangka pendek dan plafonya kecil. Anda bisa lihat simulasi pinjaman salah satu penyedia layanan fintech sangat tinggi bukan? walaupun begitu konsumen yang meraka jaring cukup banyak. Koperasi bisa menawarkan pinjaman bunga rendah atau bahkan tanpa bunga.

Merintis Koperasi Simpan Pinjam Online

Pesatnya bisnis berbasis technologi finansial tidak terlepas dari tinggingya angka konsumen un-banked atau tidak tergarap oleh  perbankan, tercatat baru 36% penduduk yang menggunakan bank, artinya sebagain besar penduduk indonesia tidak menggunakan bank, segmentasi inilah  yang menjadi habitat koperasi dan saat ini  64% pasar yang belum terjamah oleh perbankan tersebut juga mullai di masuki pemain baru bernama fintech. Dimana positioning koperasi di salam pasar iyang memiliki potensi hingga 57 juta bisnis mikro dengan perputaran arus uang diperkirakan mencapai USD 54 milyar sampai dengan tahun 2020 ini?. Statistik koperasi Indonesia selalu di dominasi oleh KSP baik koperasi simpan pinjam syariah ataupun konvensional, keunggulan pasar yang selama ini dimiliki koperasi akan semakin tergerus oleh fintech, solusi paling jitu adalah ikut bermain di bisnis masa depan ini, tentu saja caranya adalah mendirikan koperasi simpan pinjam online.

Kita tidak bisa berharap pemerintah yang mendirikan koperasi online ini harus ada inisiasi dari bawah. Di beberapa kesepatan menkop UKM mengemukakan sedang menggagas bisnis model crowfunding ini bersama UI bentuknya seperti apa, sampai dengan saat ini masih belum benar2 terlihat. Koperasi Simpan Pinjam Online ini sepertinya akan mudah dilakukan jika KSP besar yang saat ini mendominasi pasar offlien bersegera menginvetasikan modalnya untuk bisnis fintech, jika tidak bukan tidak mungkin kedepan fenomena Nokia bisa terjadi dalam koteks koperasi Indonesia. Fintech akan menjadi ancaman serius untuk eksistensi koperasi simpan pinjam dimasa mendatang tetapi fintech akan menjadi peluang besar jika penggerak koperasi bersegera melakukan akselerasi uktuk ikut menikmati booming financial technology.