Koperasi Simpan Pinjam Dalam Islam

by
Koperasi Simpan Pinjam Dalam Islam

Koperasi Simpan pinjam dalam Islam bagaimana hukumnya? Notifikasi email di Hp saya tiba2 saja menarik perhatian, sebuah pertanyaan lugas yang mengingatkan saya pada sebuah diskusi kecil tentang aspek religi dari gerakan koperasi. Pertanyaan yang sederhana tetapi mempunyai konsekuensi besar dalam kehidupan Ummat seperti ini seriung saya dapatkan dalam berntuk berbeda misalnya seperti ketika saya ditanya peserta pelatihan saya dengan pertanyaan-pertanyaan serupa ” apakah Koperasi Riba, jika ya, berarti koperasi haram dong dalam konteks agama Islam?”. Tentu saya tidak mempunyai kapasitas yang cukup untuk menjawab pertanyaan berat ini dari aspek agama karena keterbatasan ilmu saya, tetapi saya percaya bahwa saya mempunyai kapabilitas untuk menyawabnya dari aspek koperasi. Sebelum saya melanjutkan pembahasan saya saya menyampaikan dengan hormat bahwa tulisan dalam blog koperasi dot net ini saya tujukan untuk saudara saya kaum Musilmin, saya sadar betul bahwa banyak temen2 gerakan koperasi yang mempunyai keyakinan berbeda.

Anda mungkin saja sudah melihat banyak gambar yang disebar memalui ini melalui facebook tentang koperasi sama dengan riba. Dengan tegas pembuat gambar menempatkan koperasi sebagai bagian dari praktek riba, saya mencoba menggali informasi “koperasi” yang dimaksud riba bagian mananya, jawaban yang saya peroleh tidak memuaskan, mereka yang ramai2 ikut menyebar status ini tidak paham bagian mana dari koperasi yang riba, mereka menyebut mungkin SHU nya atau praktek KSPnya. apakah benar demikian? Untuk menjawab pertanyaan ini saya menggunakan beberapa referensi tentang pengertian Riba. Rujukan paling bisa dipertanggungjawabkan menurut saya adalah fatwa MUI tentang Riba anda bisa melihatnya disini. Secara detail MUI menyebut Riba dalam bentuk Bunga adalah Haram.
apakah koperasi Haram
Pengertian Riba Oleh MUI

MUI mendefinisikan Bunga adalah tambahan yang di kenakan dalam transaksi pinjaman uang yang di hitung dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan kemanfaatanya yang berdasarkan tempo, dihitung secara pasti dimuka dan berdasarkan persentase.

Sedangkan Riba menurut MUI adalah tambahan tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang dijanjikan sebelumnya.

Sebagaian besar publik akan lansung menunjuk bahwa simpan pinjam dalam Islam adalah bentuk nyata dari praktek riba. Dalam sebuah tulisan blog seorang ustad yang saya kenal semasa kuliah dulu juga menyebut dengan jelas bahwa koperasi simpan pinjam dalam Islam adalah riba, benarkah memang demikian adanya? saya sebenernya sudah menulis cukup panjang di komentar blog beliau lebih dari setahun lalu tetapi sampai saat ini tidak di terbitkan, maka saya merasa perlu menulis posting ini untuk memberikan sudut pandang lain dari aktivis koperasi.

Memahami Ide Koperasi Genuine

Memahami koperasi sebenernya sangat sederhana, kita ambil contoh usaha minimarket. Modal membuat minimarket kecil misalnya 200 juta, jika pengusaha perseorangan maka seluruh modal aakn dikeluarkan oleh pemilik usaha dan hasil usaha tentu juga akan dimiliki oleh si pengusaha. Bagaimana jika ada yang ingin membuat minimarket tetapi hanya punya modal 10 juta? maka dia bisa mengumpulkan 20 orang yang mempunyai keinginan serupa untuk membuat minimarket maka jadilah 20 orang membuat minimarket bersama, yang dikelola bersama dan hasilnya akan dibagi bersama sesuai dengan “pekerjaan” yang mereka lakukan untuk koperasi.

Sampai disini sebenarnya sudah jelas bahwa perusahaan perseorangan mempunyai fokus pengembangan kepada badan usahanya sedangkan koperasi fokus kepada peningkatan kemanfaatan ekonomi untuk anggotanya. Dalam konteks contoh koperasi minimarket diatas kemanfaatan yang dimaksud adalah 20 orang yang bergabung menjadi anggota koperasi akan mendapatkan harga lebih murah dibanding jika dia tidak bergabung dengan anggota koperasi. SHU bukan tujuan utama dari sebuah operasional koperasi yang menjadi tolak ukur keberhasilan koperasi adalah nilai tambah ekonomi dan sosial anggotanya. Poin ini bagus untuk diperhatikan. Sekarang kita akan meninjau koperasi Simpan pinjam.

Beberapa Pendapat Ulama Tentang Bunga Koperasi

Bapak Koperasi Indonesia Moh Hatta dalam bukunya yang berjudul “Beberapa Fasal Ekonomi” menyebutkan bahwa ulama Indonesia mayoritas mengharamkan riba, tetapi ada pula ulama yang menyebutkan bahwa memungut renten itu tidak baik tetapi jika kemajuan masyarakat menghendaki adanya renten itu di perbolehkan juga. Pendapat ini mengacu kepada efek baik dan buruk dari Riba.

Buya Hamka dalam tafsir “Al-Azhar” tegas menyebutkan bahwa renten adalah tidak boleh tetapi sangat dianjurkan adanya Qardhan Hasanan yaitu ganti rugi yang layak untuk pemberi kredit. Ganti rugi yang dimaksud disini adalah ganti rugi atas turunya nilai uang karena inflasi.

Inflasi akan menyebabkan nilai uang turun dan jika pinjaman selama beberapa tahun dibayarkan dalam jumlah uang yang sama maka pemberi pinjaman akan rugi karena nilai uangnya sudah turun di sebabkan inflasi.

Praktek Koperasi Simpan Pinjam

Praktek berkoperasi di Indonesia memang masih belum ideal masih sangat banyak para pelaku kejahatan penipuan yang menggunakan nama koperasi sebagai modusnya. Sebut saja yang paling heboh adalah kasus Koperasi Langit Biru ataupun Koperasi Cipaganti. Di sisi lain “perusahaan keluarga” ataupun usaha sekelompok orang tidak jarang berbadan hukum koperasi tetapi tetap berpraktek ala kapitalis. Yang paling sering dilakukan adalah membuat anggota menjadi esklusif tetapi mengumpulkan sebanyak2nya nasabah dan calon anggota, hasilnya keuntungan besar untuk segelintir orang yang menjadi anggota koperasi. Kondisi ini memang benar terjadi tetapi sekali lagi apakah kemudian Koperasi layak di identikan dengan riba atau bahkan kejahatan?

Keberadaan koperasi simpan pinjam pada prinsipnya adalah untuk memperkuat fundamen finansial anggota, bukan untuk tujuan mendapatkan keuntungan dari anggota. Beberapa orang bertanya kepada saya, jika demikian bagaimana koperasi bisa berkembang? saya selalu menekankankan bahwa perkembangan koperasi di ukur dari perkembangan anggotanya bukan dari organisasinya. Saya akan buat ilustrasi sebagai berikut.

Sebuah koperasi simpan pinjam di dirikan oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan sama terhadap kebutuhan perumahan. Anggota koperasi sadar jika mereka menggunakan modal sendiri maka akan sulit untuk anggotanya mendapatkan rumah maka kemudian mereka bergabung mendirikan koperasi. Anggota koperasi disini ada 2 jenis pertama adalah mereka yang membutuhkan rumah kedua adalah anggota yang ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis properti.

Modal dari koperasi 60% lebih harus  dari anggota sisanya boleh dari modal penyertaan. Ketika beberapa orang membuat koperasi simpan pinjam perumahan maka akan mendapat beberapa keuntungan. Sebagai ilustrasi, harga tanah di daerah pinggiran jogja saat ni sekitar 1 juta/m jika membeli tanah yang lebih luas maka harga akan bisa turun menjadi 600 ribu/m. Nilai tambah ekonomo sudah didapat oleh anggota koperasi. Nilai tambah ekonomi kedua adalah biaya borongan permeter persegi bisa ditekan sangat besar. Jika mengunakan jasa developer maka bisa lebih dari 2 jt /m persegi bangunan jika kita urus sendiri saya mendapat harga yang fantastis hanya 700 ribu/m persegi bangunan. Nilai tambah ekonomi kedua.

Selanjutnya perhatikan cara memberikan pricing atau harga produk dalam koperasi. Dalam koperasi untuk menentukan harga produk harus melalui mekanisme kesepakatan anggota dalam RAT, bukan voting tetapi kesepakatan anggota. Dalam kasus koperasi simpan pinjam perumahan diatas anggota menyetujui berapa harga yang akan diberikan kepada anggota. Opsi pertama adalah anggota mendapatkan harga hpp atau dinaikan dibawah harga pasar dan menyesuaikan dengan inflasi serta perkembangan ekonomi. Jika sebelumnya harga beli tanah 600 ribu permeter ditambahn inflasi dan keuntungan bisa dinaikan menjadi 800 ribu/meter, begitu pula biaya pembangunan bisa dinaikan menjadi 900 ribu/meter. Bagian ini harus dicatat juga bahwa untuk menentukan harga produk anggota harus sepakat . Proses RAT bisa anda lihat di posting saya tentang RAT koperasi.

Kesepakatan harga di RAT inilah yang akan menjadi dasar transaksi simpan pinjam. Dalam koperasi anggota bukan hanya konsumen tetapi juga pemilik
. Dalam konteks profit anggota berhak menentukan apakah akan memberikan profit atas pinjaman atau simpananya atau tidak, kalau tidak maka anggota cukup mengembalikan hpp dari pinjamanya, Dalam hal ini tidak ada tambahan yang dikenakan atas pinjaman anggota.

Dalam contah diatas koperasi simpan pinjam diatas praktek koperasi perumahan adalah ketika anggota berniat membeli rumah seniali 300 juta dengan kpr maka dia akan mendapatkan harga dibawah harga pasar sesuai kesepakatan, kemudian jika anggota akan membayar secara angsuran selama 5 tahun maka harga setiap tahun disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang ditentukan oleh hpp.

Bagaimana jika terdapat shu yang muncul dari transaksi dengan anggota? maka shu tersebut akan dibagi juga sesuai dengan kesepakatan bersama anggota. cara pembagianya sudah saya tulis dalam posting cara menghitung SHU. SHU yang dikembalikan kepada anggota adalah shu hasil aktivitas anggota artinya kalaupun ada Sisa Usaha yang diberikan anggota maka itu akan dikembalikan lagi kepada anggtota. Sampai pada titik ini saya melihat bahwa jika koperasi benar2 menjalankan nilai dan prinsip koperasi dengan mengedepankan kepentingan anggota maka tidak akan muncul bunga atau unsur riba sama sekali. Jika anda melihat ada unsur bunga atau riba disini silahkan disampaikan kepada saya.

Lantas praktek KSP mana yang sering identik dengan riba dan bunga? adalah praktek KSP/USP dengan non anggota. Sejatinya praktek seperti ini adalah tindakan yang tidak tepat bahkan cenderung kapitalistik. Banyak sekumpulan orang yang secara esklusif menguasai keanggotaan dan kepenguruan koperasi untuk mendapatkan keuntungan sebesar2nya dari nasabah non anggota, maka sejatinya koeparsi semacam ini adalah kelompok kapitalis yang menggunakan badan hukum koperasi, mereka tidak bener2 menjalankan prinsip dan nilai koperasi.

Modus yang sering digunakan oleh koperasi tidak genuine adalah “menggantung” status nasabah selama mungkin menjadi calon anggota untuk mengeruk keuntungan sebesar2nya. Seharusnya ketika seorang nasabah secara aktif dalam kurun waktu tertentu maka mereka harus diangkat menjadi anggota. Dalam penjelasan UU.no25 Tahun 1992 disebutkan pada pasal 18 ayat (2) mengharuskan bahwa calon anggota yang telah membayar penuh simpanan pokok, maksimal 3 bulan setelahnya harus diangkat menjadi anggota.

Kesimpulan Koperasi Simpan Pinjam Dalam Islam

Saya berkesimpulan selama koperasi fokus dengan kebutuhan anggota, berupaya meningkatkan kapasitas ekonomi anggota maka unsur Bunga dan Riba tidak akan muncul, yang kemudian muncul adalah tambahan atas nilai inflasi dan bagi hasil. Kekuatan utama koperasi adalah pada kumpulan orang. Dalam koperasi dikenal istilah self help, artinya menolong diri sendiri, koperasi tidak serta merta membuat anggotanya kaya tetapi koperasi memberikan jalan untuk itu. Praktek yang benar sesuai nila dan prinsip koperasi akan menghasilkan praktek yang jauh dari riba tetapi ketika koperasi hanya digunakan sebagai alat oleh sekelompok orang untuk memperkaya kelompoknya dengan mengambil keuntungan dari nasabah yang di pertahankan menjadi calon anggota melebih bawats waktu yang ditentukan maka sudah bisa dipastikan untuk riba akan mucul, praktek koperasi seperti ini tidak bisa disebut sebagai koperasi yang sesungguhnya. Saya akan senang jika ada tanggapan, ataupun masukan bahkan sanggahan untuk melengkapi posting saya tentang koperasi simpan pinjam dalam Islam

68 thoughts on “Koperasi Simpan Pinjam Dalam Islam

  1. Salam,
    Saya memahami esensi yang ditulis. Alhamdulillah ada pencerahan. Pertanyaan berikutnya adalah :
    " Bagaimana hukumnya bilka koperasi memberikan PINJAMAN UANG kepada anggotanya dengan tambahan bunga (mirip bank) misalnya 1% perbulan. Jadi kalau anggotanya MEMINJAM UANG untuk berbagai keperluan, maka anggota tersebut harus mengembalikan sebagaimana dia meminjam uang di bank "
    Mohon masukannya berdasarkan dalil yang ada.

    Wassalam.

    wowok.
    wwidyatmo@gmail.com

  2. terima kasih pak wowok.Jika tambahan 1% itu di tetapkan dimuka tanpa mempertimbangkan kemanfaatanya maka itu termasuk riba pak, harusnya bagaimana? idelanya pinjaman koperasi adalah untuk tujuan produktif dan pengembalianya berdasarkan akad bagi hasil

  3. Mohon maaf bagaimana dengan ini.
    Dalam hadits disebutkan,

    كل قرض جر منفعة فهو حرام

    “Setiap utang piutang yang di dalamnya ada keuntungan, maka itu dihukumi haram.” Hadits ini adalah hadits dho’if sebagaimana Syaikh Al Albani menyebut dalam Dho’iful Jami’ no. 4244. Namun berdasarkan kata sepakat para ulama -sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Mundzir-, perkataan di atas benar adanya.

    Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

    وَكُلُّ قَرْضٍ شَرَطَ فِيهِ أَنْ يَزِيدَهُ ، فَهُوَ حَرَامٌ ، بِغَيْرِ خِلَافٍ

    “Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al Mughni, 6: 436)

  4. Saya tidak berkompeten menjawab tentang ke sahihan hadis pak sulis, tetapi jika memang hadis diatas shahih maka sejalan dengan konsep koperasi non riba, kenapa demikian? dalam konteks koperasi dana yang di pinjamkan adalah milik anggota dan untuk anggota, tidak ada persyaratan penambahan dimuka tetapi di tentukan bersama konsep pengembalianya melalui RAT jikaua anggota menghendaki tidak ada bagi hasil sama sekalipun tidak masalah. Lantas bagaimana koperasi berkembang? prinsip koperasi yang berkembang bukan organisasi koperasinya tetapi anggota koperasinya, jika dengan pinjaman tanpa bagi hasil tersebut kapasitas ekonomi anggota meningkat maka tujuan koperasi tercapai dan dengan sendirinya organisasi koperasi akan terdorong menguat, maka seperti saya sampaikan sebelumnya idealnya simpan pinjam koperasi untuk tujuan produktif. semoga membantu:)

  5. dalam kenyataannya sekarang ini banyak orang orang yang mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan hidupnya dengan meminjam uang di koperasi simpan pinjam """BANK PLECIT//BANK KLOYONG…..
    kenapa mereka memilih koperasi…???dengan persyaratan yang begitu mudahnya nasabah di beri pinjaman oleh koperasi tersebut tanpa agunan,cuma bermodal ktp suami istri ..tanpa memiikirkan besarnya bunga dan betapa susah nya mencari uang sehari hari.dalam pencairan pinjamannya akan di ppotong beberapa persen dari besarnya pinjaman,dan menyedihkannya lagi belumpun uang pinjaman tersebut di gunakan dan menghasilkan keuntungan pegawai koperasi akan menagih ke tempat nasabah berada.
    dan untuk angsurannya pun nasabah di permudah ,pegawai mkoperasi akan datang tiap waktu yang di tentukan dan sayangnya banyak terjadi intimidasi dan pemaksaan oleh pegawai koperasi tersebut,
    bukan cuma satu koperasi saja yang di pinjami, beberapa koperasi akan mereka pinjami demi memenuhi kebutuhan hidup ,,dengan begitu bukan kesejahteraaan yang di dapat nasabah ,,,tetapi JURAANG yang dalam yang setiap saat mengancam kita jatuh kedalamnya…..

  6. Praktek "salah" seperti ini yang merusak koperasi secara idialis dan profesional pak. Harus kita akui ada banyak "koperasi" palsu yang hanya mamanfaatakan badan hukum koperasi tetapi sama sekali tidak menerapkan prinsip koperasi. Secara moral kami terus berusaha menginformasikan kepada publik praktek koperasi yang benar, terima kasih masuknya pak

  7. Di tempat saya ada koperasi simpan pinjam yg mana anggotanya adalah warga komplek sekitar. Didalam pelaksanaan nya terdapat simpanan wajib sebesar 25 rb setiap bulan.ketika anggota meminjam uang pada koperasi dikenakan jasa 6rb serta bunga 1.5 persen. Dlm prosesnya uang jasa n bunga tsb nantinya akan dikembalikan kepada anggotanya setiap tahun berdasarkan hasil bagi shu sesuai kesepakatan anggota. Bagaimanakah atau adakah dlm proses tsb termasuk riba ataukah sudah mengedepankan prinsip koperasi?.mohon masukannya.terima kasih

  8. Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah uang jasa dan "bunga" tersebut disepakati oleh seluruh anggota atau tidak? Jika ya maka kita bisa membahas lebih jauh jika tidak maka akan masuk ranah "riba" seperti yang sudah saya sampaian diatas, apalagi jika "kelebihan" yang diambil tidak dikembalikan seluruhnya, kalaupun dikembalikan seluruhnya maka praktek tersebut sudah tidak sejalan dengan manajemen koperasi modern. Prinsip dasar dari koperasi adalah oleh dan untuk anggota, anggota adalah pemilik jadi kelebihan atas pinjaman harus atas kesepakatan bersama dalam konteks bagi hasil.

  9. ass. nama firda, saya ingin bertanya pak perbedaan antara islam dan non islam yang mengenai simpan pinjam, kredit, koprasi dan jasa . itu bagaimana pak? mohon masukan dari penulis,
    terimaksih

  10. Assalamualaikum ww…
    Saya mempunyai sebuah koperasi simpan pinjam sesama perantau sekampung, dimana kami mempunyai AD/ART yg mengatur bahwa setiap pinjaman yg diberikan kepada anggota dikenai bunga 1,5 % perbulan dari saldo akhir hutangnya, tidak ada biaya lain spt jasa, denda dsb yg dibebankan lg kepd anggota yg meminjam. Dari total hasil bunga setiap tahun 20% kami masukan ke kas koperasi, 10% untuk jasa pengurus, 10% untuk kegiatan sosial dan 60% kami bagikan kepada seluruh anggota secara proposional dg langsung dimasukan kedalam saldo simpanannya. Mohon pencerahannya, apakah kegiatan koperasi kami ini termasuk riba atau tidak. terlebih dahulu kami ucapkan banyak terima kasih, wasalam.

  11. Seharusnya cara menentukan prosentase (bunga/bagi hasil) dilihat dari kemanfaatanya. Pinjaman dari koperasi bermanfaat atau tidak. Saya tidak tahu persis teknis akad yang terjadi di koperasi saudara, kalau akadnya didsarkan kepada kemanfaatan pinjaman dan besaran bagi hasil tadi disepakati oleh seluruh anggota maka bisa jadi bukan riba, tetapi kalau ada unsur pemaksaan atau ada anggota yang merasa terpakasa bisa jadi itu adalah riba. saran saya pelajari lagi akadnya dan sop nya dan sesuaikan dengan system syariah, terima kasih

  12. Assalamualaikum, saya mau nanya jika dalam koperasi simpan pinjamnya hanya diperuntukan untuk anggota misal anggota pinjam uang 10 jt dan pengembalian diangsur 10 kali sebulan nya 1,100 sudah sesuai kesepakatan bersama, apakah ini termasuk riba ? Terima kasih

  13. Assalamualaikum rahmatullah wabarakatu mohon maaf saya mau bertanya apabila di awal akad kredit sama2 menyepakati aturan yg sudah di tentukan koperasi tetapi dalam pelaksanaanya anggota melanggar yg mengakibatkan kerugian pada anggotanya bagaimana solusinya,, misalnya anggota meminjam terus kabur,

  14. Waalaikumsalam. Itu sudah masuk ranah pidana bapak/ibu jika masih bisa di bicarakan secara kekeluargaan maka harus ditempuh jalan kompromi jika tidak maka pengurus sebagai pemegang amanah anggota harus mengupayakan dana kerugian tertutupi, jika tidak bisa ditagih maka pengurus yang harus mengganti kerugianya scara bersama2 kecuali jika seluruh anggota menerima adanya kerugian tersebut.

  15. Termasuk riba pak, tambahan atas pengembalian tersebut yang riba, agar menjadi tidak riba maka akadnya harus brupa perjanjian bagi hasil atau jika itu untuk kebutuhan konsumtif bisa menggunakan akad Murabahah dimana koperasi membelikan barang tersebut kemudian menjualnya kepada peminjam dengan perjanjian pembayaran diangsur

  16. assalaamualaikum….
    ikut sumbang saran pak, dari diskusi yg bapak tulis dinyatakan, "kalau akadnya didsarkan kepada kemanfaatan pinjaman dan besaran bagi hasil tadi disepakati oleh seluruh anggota maka bisa jadi bukan riba". Tapi diatas ada yg bertanya anggota pinjam 10jt dan diangsur 1.1jt per bulan selama 12 bulan, dan besaran ini DISEPAKATI OLEH ANGGOTA, mungkin dalam RAT kesepakatannya… penulis bilang ini riba. Menurut saya ini tidak termasuk riba karena disepakati oleh anggota dan kelebihannya pun akan dibagikan lagi kepada anggota dalam bentuk SHU setelah dikurangi biaya-biaya. semua hasil kesepakatan dalam RAT. bagaimana ? mohon pencerahannya

    1. Kalau misalkan dikembalikan dalam bentuk SHU, apakah nominalnya sama?
      Dengan bunga pinjamannya?
      Kalau dikembalikan dalam bentuj SHU, kenapa juga mesti ditambahi bunga dalam transaksi peminjaman.
      Misalnya, pinjam 10 juta, kembalikan 10 juta.
      Kan sama saja.
      Kenapa harus ditambahi dengan bunga?
      Kalau toh katanya bunganya dikembalikan dalam SHU?

  17. Terima kasih pak Yopi, maaf baru balas pak. jawaban atas pertanyaan saudara kipz aje ya pak yopy. Kalau disebut ada tambahanya itu riba pak, tetapi jika begini akadnya, Pinjam 10 juta dalam bentuk tunai untuk usaha kemudian bagi hasilnya di hitung dari hasil usaha atau mau beli barang misalnya motor, koperasi yang membelikan senilai 10 juta kemudian "dijual" kepada anggota senilai 11.200.000 dengan sistem bayarnya diangsur 12 kali nah itu tidak riba, prinsipnya memang harus kuat di akadnya pak yopy dan juga peruntukanya. Klo koperasi sejatinya peruntukan utamanya ut usaha produktif sebenarnya

  18. Assalamualaikum pak.. di lingkungan saya terdpat salah satu koperasi serba usaha dgn bunga 30% jika meminjam 300rb maka pengembaliannya 390rb diangsur selama 10x menjadi 39rb perminggunya. Yg saya tau bukannya koperasi itu untuk menyejahterakan anggota? Tp kebanyakan dri yg meminjam koperasi disitu janda2 dan mereka selalu takut pak karna ditagih dgn paksaan oleh para mantri2nya. Apakah koperasi ini termasuk "bank Titil"? Tetapiyg bkin heran koperasi ini sudah berbadan hukum pak. Pdahal bunga yg dberikan sangat tinggi. apakah bunga yg d hasilkan itu riba? Dan bagaimana hukumnya org yg bekerja disitu? Terimakasih . Semoga bapak berkenan menjawab.

    1. Mohon maaf bu lisa, terkait hukum orang yang bekerja disana kami tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan bu, akan lebih tepat jika disampaiakna kepada ahli agama. Tetepi akan coba kami bantu, beberapa ahli agama menyebut sebaiknya “jika” tidak dalam kondisi sangat terdesak, akan lebih baik mencari pekerjaan lain, terima kasih 😀

  19. Assalamualaikum bapak. Di lingkungan sya terdapat salah satu koperasi serba usaha. Dgn bunga 30% jika meminjam 300 pengembaliannya menjadi 390 dan diangsur 10x jd 39rb per minggu.. apakah itu termasuk riba pak? Dn bagaimana hukum orang yg bekerja d stu?

  20. Masalah riba merupakan masalah pelik bagi mayoritas ulama. penerapan di jaman sekarang ini sangat bervariasi sehingga kita harus hati-hati dari praktek riba.
    RIBA termasuk dosa BESAR, tetapi masih saja dianggap ringan.

    Kasus 1. Pinjam sejuta kembali sejuta, silahkan infak seiklasnya bagi sepinjam. hal itu bisa jadi tetap masih bisa masuk dalam riba ( perkara subhat) karena telah disepakati sebelumnya.

    Kasus 2. Pinjam sejuta kembali sejuta seratus,lebihnya yg seratus inilah namanya sangat NYATa riba.

    Rasulullah SAw telah melaknat 4 pihak yaitu:
    1.pemakan riba ( rentenir)
    2.penyetor riba( nasabah yg meminjam)
    3.penulis transaksi (sekretaris dsb)
    4.dan juga 2 orang saksinya
    semuanya dalam DOSA ( HR. Muslim No.1598)

    kita lebih harus hati-hati dengan yg namanya istilah syariah.
    setiap utang piutang (bukan jual beli) dan ditarik keuntungan itulah riba,meski dengan dalih mudarobah ( bagi hasil ).kita harus liat konteksnya secara cermat.
    kita kalo mau keras tinggalkanlah perkara yg subhat. tetapi kalo belum bisa keras, tinggalkanlah secara bertahap, dan ambilah manfaatnya secukupnya(sedikit) saja.

    dari abdullah bin masud Ra dari dbi bersabda," Riba itu terdiri dari 73 pintu.pintu Yang paling ringan seperti seorang lelaki mengawini ibunya sendiri. ( HR.Ibnu Majah dan Al Hakim).

    bagaimana dengan yhg paling berat!?? astagfirullahaladzim.

  21. Assalamu'alaikum..
    Saya ingin bertanya, bagaimana jika ksp tersebut memberikan pinjam dengan tambahan bunga, tetapi pada akhirnya bunga itu akan dikembalikan dengan cara dibagi secara merata kepada seluruh anggota. apakah itu termasuk riba?

    1. Saya sarankan SHU koperasi sebaiknya diperoleh dari bagi hasil mbak, bukan dari bunga, bagi hasil yang kami maksud adalah dari hasil usaha produktif anggota

  22. Waalaikumussalam warahmatullah, saya hanya ingin berbagi pengalaman saja… saya juga pernah bekerja di sebuah koperasi yang model operasi nya seperti yang dijelaskan mbak lisa, tapi setelah mempelajari koperasi dan syari'ah, ternyata tetap saja yang namanya "kelebihan pengembalian hutang" itu adalah riba. kalau memang pinjaman hanya untuk konsumtif (pemakaiannya tidak jelas), dan bukan untuk sesuatu yang produktif, maka saran saya "hilangkan bunganya", jangan ada pembagian SHU, cukup "simpan, dan pinjam" saja… toh juga hanya akan berkutat seperti itu terus… dan kalaupun ada yang meminjam untuk sesuatu yang produktif, maka berlakukan bagi hasil, dan hasilnya itu bagikan kepada anggota… kalau di desa pedalaman (seperti pengalaman saya), kebanyakan mereka berhutang pada koperasi, hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, seperti makanan, atau biaya pendidikan anak-anaknya… miris jika masih diambil bunga… kalau untuk membangun usaha, sangat susah, karena tidak ada pasar… "Koperasi hanya untuk memudahkan mereka yang seketika membutuhkan uang lebih"… sulit jika harus membuat usaha produktif…

    Intinya adalah :
    1. Hilangkan bunganya
    2. jangan ada pembagian SHU (toh juga SHU nggak seberapa -dalam ruang lingkup pedesaan-)
    3. Beban operasional dipungut tiap bulan, bebarengan dengan setoran wajib (tambahan modal).
    4. Memang, koperasi tidak akan mudah berkembang, tapi ketimbang berkembang dengan cara yang salah, mending jangan berkembang… Utamakan kemaslahatan bersama…
    silahkan dicoment

  23. Waalaikumsalam. Jika merujuk ke pengertian Riba diatas, maka praktek seperti ini juga termasuk dalam kategori Riba bu, karena ada tambahan bunga tadi. meskipun itu kemudian di kembalikan lagi tetapi proses pemungutan kelebihan bunga tadi yang sudah termasuk riba. Saran saya memang jika itu untuk produktif maka bagi hasil saja, jika itu konsumtif gunakan sistem profif saja. matur Nuwun 😀

  24. Maaf baru balas, Ut Bu Lisa, jelas itu Riba bu dan tidak sesuai dengan jatidiri koperasi. Koperasi itu seharusnya memberikan penguatan kapabilitas finansial buakn justru melemahkan. Untuk pak Abid, terima kasih pak, anda benar sekali, praktek paling simple bisa seperti yang bapak sampaiakan, meskipun memang dalam prakteknya nanti akan timbul biaya2 yang tidak tercover seperti inflasi dan sebagainya.Jika nilai perputaran uangnya kecil maka tidak akan jadi persoalan, jika cukup besar harus di cari solusinya:D

  25. Saya jadi bingung, mau utang bank haram, mau utang koprasi juga haram..Ya Allah tambahkan rezki kami,kaum muslimin dan muslimat ribuan kali lipat dan bebaskan kami dari hutang amin amin ya robbal alamin

  26. Mohon sy di kasih tau halaman di dalam alquran yg menjelasan hal itu riba. Bukan dari hadits,kitab,sahih,dll, apalagi pnjelasan.
    Samakah koperasi dgn dagang barang namun tidak nyata. Apakah ada menjual sesuatu barang atau jasa tidak mengambil keuntungan dan bagaimana rincian nya kalau meminjam.

  27. Ass semua nya, saya mau nanya, ada seorang kawan saya membuka koperasi dengan modal pribadi sekaligus membuka lap pekerjaan,dengan sistem kredit harian dan bunga 20% dari pinjaman,bagaimanakah hukum nya apkah trmsuk riba? Jika trmsuk riba bgaimana hukum gaji yg dbrikan kpd karyawannya apkah haram,? Dan kbetulan dia jga tlh membangun masjid apkah dia berpahala atau berdosa mmbangun masjid dari hasil koperasi tersebut.?
    Mksih.

  28. Di Al Quran tidak ada spesifik tentang koperasi pak Ali, dan saya juga bukan ustad yang berkompeten menjawap pertanyaanya pak ali, saya adalah praktisi koperasi yang mengacu kepada fatwa MUI, dalam fatwa MUi di sebutkan jelas prasarat sebuah bisnis disebut riba dan dalam koperasi yang genuine yang mengacu kepada nilai dan prinsip koperasi yang benar prakteknya tidak termasuk dalam konteks riba

  29. Mohon penjelasan nya
    Saya bekerja di suatu BANK,di BANK saya itu mendirikan koprasi untuk karyawan,peraturan di koprasi itu bila kita meminjam dana,bunga nya 1,5% tapi yang 5% nya itu akan dikembalikan 1 tahun sekali,gimana itu hukum nya pak
    Terima kasih

  30. Saya ingin bertanya mengenai akad mudharabah dlm sistem pinjaman di koperasi syariah.
    Seorang nasabah meminjam uang utk modal usahanya, tapi nasabah trsebut mengalami kerugian. Benarkan koperasi akan mengurangkan jumlah pengembalian uang pinjaman tsb? Jika ia, apakah sudah ada case tentang masalah ini? Mohon jawabannya pak, terimakasih

  31. Mau tanya pak, untuk kebutuhan biaya operasional dan mungkin gaji untuk pengurus bagaimana agar tidak masuk kategori riba

  32. Mohon penjelasannya jika KSP dalam operasionalnya untuk modal dg menghimpun dana simpanan dari calon anggota kemudian disalurkan dlm bentuk pinjaman dgn bunga tertentu dan jika peminjan tersebut tidak dapat menyelesaikan pinjamannya maka jaminannya dilelang. Apakah ini termasuk riba..

  33. assalamualaikum saya miyah saya mw tanya kalau suami kerja di kperasi simpan pinjam d perbolehkan apa tidak karna dia takut uang gaji yg d terima dry koperasi adalah haram … karna kopersi d sebut2 sebagai riba

  34. assalamualaikum
    butuh penjelasannya bu/pak/mas/mbak
    saya baru sekitar 2 minggu bekerja di koperasi jadi mantri. sistem koperasi saya itu meminjamkan 2jt potongan 10% untuk administrasi dg angsuran 260rb/minggu ,apakah itu termasuk riba dan dosa??? belakangan ini juga hati saya terasa berat dan bimbang dengan adanya sistem itu dan rasa kasihan terhapad si peminjam karena ada yg tidak bisa membayarnya dg penuh,, dan yg dituju itu wanita janda mauapun bersuami. terima kasih wassalamualaikum wr wb

  35. tanya dong pak,, kalo koperasi yang dulu konven trus berubah menjadi syariah trus yang dulu bunganya 11.5% dari pinjaman terus pas di mutasi jadi dsyariah bunganya turun jadi 10% itu termasuk riba nggak ya pak? dan kkara bunga itu diganti dengan istilah margin,,

  36. Pak klo secara individu saya pinjamkan uang untuk modal usaha, terus akad bagi hasil seperti gimana yang tidak riba?
    lalu bagaimana perhitungan bagi hasilnya agar tidak riba?
    Terimakasih

  37. Assalammualaikum wr.wb.
    Anda telah memaparkan sistem koperasi yang sangat bagus,..dan memamng begitulah yg terjadi jika nilai dan prinsip koperasi di lakukan dan dijalankan dgn semestinya.
    Selanjutnya,..pertanyaan saya,..apakah masih diperlukan koperasi syariah ?,..sebab koperasi konvensional yg sebenarnya adalah seperti yg anda katakan dalam tulisan anda,..Selain itu juga bahwa SHU dalam koperasi dibagi sesuai kesepakatan RAT. mau di kontribusikn kemana? bukankah hal ini juga sdh mengandung nilai syariah?

  38. Ass maaf pak saya Pengurus Koperasi di salah satu sekolah negeri yang anggotanya guru dan pegawai sekolah tersebut, . Hasil RAT Koperasi kami menurunkan bunga menjadi 1% perbulan, dengan 0,3% kembali ke peminjam , sedangkan yang 0,7% setelah dikurangi beban, SHU nya juga dibagi habis kepada seluruh anggota sesuai dengan porsinya.Kami mohon jalan keluar agar praktik koperasi kami terhindar dari praktik riba. Karena anggota koperasi semua pegawai negeri, pengajuan pinjamannya misalnya untuk biaya sekolah anak, untuk bantu keluarga lain, untuk perbaikan ruamah, sampai untuk membeli kendaraan. sebelumnya kami ucapkan terima kasih

  39. assalamualaikum pa, saya dapat mengerti dari tulisan anda di atas dan memahaminya,,
    Di daerah saya di Tangerang utara ada Koperasi di kawasan pemukiman Nelayan pa, produknya ada SPDN,SEMBAKO,SIMPAN PINJAM, DAN PINJAMAN tanpa JAMINAN, tapi saya sebagai anggota Koperasi hanya mendapatkan SHU dari pembelian Sembako dan SPDN (solar), dan untuk produk KSP nya bisa untuk anggota atau pun non anggota dengan Bunga 1,7-2% per bulan, dan itu mutlak tidak ada SHU nya, padahal uang nya besar yg saya pinjam, pertanyaan saya adalah kalau dilihat dari sisi islam, apakah praktek KSP dan Pinjaman Tanpa Jaminan itu RIba (haram) pa?

  40. Salam,
    Mau tanya pak,sy ada bermain pengadaan di koperasi salah satu BUMN.dimana proyek pengadaan itu utk pembayaran telepon. Perusahaan.nah saya ditawarkan utk menalangi pemakaian telepon tsb,dgn kesepakatan secara lisan tanpa akad mendapatkan 10% Dr modal.apakah ini termasuk riba.terimakasih.

  41. Assalamualaikum,

    Boleh tanya?

    Saya bekerja di salah satu perusahaan, dan perusahaan ini baru saja memulai “Koperasi” , saya ikut serta didalamnya dalam hal pencatatan.
    Sistem Koperasi di perusahaan ini adalah dikenakan bunga 5% dari berapapun pinjamannya.
    Hasil dari Bunga tersebut dimaksudkan agar dapat menambah saldo Koperasi perusahaan.
    Bagaimana hukumnya bagi Saya si pencatat, dan Hukum bagi sistem koperasi ini.
    Apakah termasuk Riba atau bukan.. sebab saya benar benar ingin tahu dengan masalah tersebut, sehingga saya dapat dengan muah mengambil tindakan kebenaran.

    Termikasih.
    Wassalamualaikum 🙂

  42. Singkatnya : Yang namanya “riba” adalah mengambil keuntungan dari seseorang yang “berhutang”,baik berupa uang, barang atau jasa. Haram hukumnya, dan hukum Allah tidak bisa dikalahkan oleh “kesepakatan” manusia. Yang dibolehkan adalah “jual beli” yang didalamnya ada bagi hasil. Selama “memijam” uang dari koperasi untuk tujuan “jual beli” dan ada bagi hasil antara peminjam dan koperasi jelas halal. Tapi jika “meminjam” uang untuk “dikonsumsi”/dipakai selain jual beli kemudian dikenakan kelebihan pengembalian, maka kelebihan pengembalian itulah yang disebut “riba” walaupun sudah ada kesepakatan bersama sebelumnya dalam ART koperasi.
    Jelasnya : RIBA haram walaupun dilaksanakan suka sama suka.

    1. Riba sudah pasti haram mas nano itu sudah menjadi jumhur ulama, tetapi beberapa ulama ada yang berpendapat bunga belum tentu haram. Kami tidak akan berpolemik dengan hal ini karena memang bukan kapasitas kami, yang kami tekankan adalah bahwa koperasi yang baik adalah koperasi yang memberikan pinjaman ut usaha produktif anggota, mendoriong anggota ut sukses tanpa mengedepankan profit, artinya anggota “tidak harus” memberikan tambahan berupa bunga, karena SHU sejatinya bukan tujuan utama koperasi.

      1. Assalamualaykum waromatullohi wabarokatuh
        saya butuh pinjaman untuk menikah
        mohon bantuan dan solusinya
        terima kasih

  43. Koperasi bisa jauh dari riba, berlakukan saja sistem jual beli dalam transaksi (cash atau kredit) atau bagi hasil sangat memungkinkan dibandingkan dengan perbankan syariah sekalipun. jauhi pinjaman dalam kredit uang. Pinjaman uang hanya untuk kebutuhan sosial yang mendesak dan tidak dibebani bunga.

      1. Kalau konteksnya biaya administrasi yang disepakati oleh kedua belah pihak itu di perblehkan bu, selama nilainya tidak terlalu besar. ut pinjaman 1 juta di potong 200 ribu saya kira itu terlalu besar bu

  44. Asalamualaikum…..???
    Saya mau tanya pak dari zaman rosulululloh sampai sekarang siapa yang harus diikuti …?? Bukan nya fatwa MUI SUDAH jelas bahwa setiap jenis usaha yang berkenaan dengan penambahan manfaat itu riba pak?? Tank

    1. Waalaikumsalam pak bahtiar, Harus diakui pak banyak praktek KSP yang menerapkan bunga, dan bunga menurut banyak ulama adalah riba, meskipun demikian ada pula yang memandang interest atau bunga fixed bisa di ambil oleh bank, pendapat ini disampaikan oleh Al Azhar Kairo mesir. Seperti kata guru saya, ikuti yang menurut kita benar dalam beragama. Tulisan saya diatas hanya menyampaikan bahwa, jika koperasi simpan pinjam di kelola benar untuk kebutuhan Anggota maka unsur bunga bisa tidak muncul yang ada adalah tambahan yang layak seperti fatwa Buya Hamka. demikian pak https://www.sukuk.com/education/al-azhar-university-fatwa-interest-bank-deposits-271/

  45. saudara admin, saya minta pencerahan mengenai koperasi simpan pinjam yang berposting di olx membuka lowoongan sales dan marketing, pengalaman dan non pengalaman, minimal sma, gaji 1.2 sampai 4 juta. fasilitas kendaraan, uang bensin, mess, uang makan, cuci sudah ada yang mencucickan. kebetulan saya mau melamar ke koperasi tersebut. tapi ragu-ragu karena termasuk pekerjaan yang baik atau tidakkah? karena iming imingnya begitu menggiurkan, dan banyak orang berbicara kalau tidak kepepet jangan kerja dikoperasi dengan berbagai pendapat yang mereka utarakan kepada saya. minta tolong sharing pendapat admin mengenai hal ini. makasih

    1. Selamat malam mas Arif, saya tidak dalam kapasitas untuk menjawab apakah baik atau tidak, karena saya tidak tahu persis apakah yang membuka lowongan tersebut benar2 koperasi atau jutru rentenir yang menyaru menjadi koperasi, akan lebih baik jika mas arif memastikan legalitas dan prakteknya apakah sesuai dengan prinsip koperasi atau tidak. terima kasih

  46. Assalamu’alaikum..
    Berapa persen jasa dari pinjaman 1 jt yang sesuai dgn syariah islam dalam perbulannya. Apakah jasanya itu tetap riba? Makasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *