Kenapa Koperasi Tidak maju? Bebeberapa pengunjung blog koperasi dot net ini mengajukan pertanyaan yang menggelitik. Saya sebut menggelitik karena jika kita tarik kebelakang maka tidak ada alasan koperasi di Indonesia tidak maju. Bung Hatta dengan jelas mengatakan bahwa koperasi bukan barang impor tetapi sangat dekat dengan keseharian bangsa Indonesia. Cukup banyak teori yang menyebutkan alasan kenapa koperasi di indonesia tidak maju salah satu yang paling sering di kutip adalah persolah SDM. Tentu bagian ini memang sangat berpengaruh tetapi bagaimana implikasi sebenernya.

Cukup banyak tokoh yang menyampaikan alsan kenapa koperasi di Indonesia tidak berkembang. persoalan SDM dan administrasi sampai dukung kebijakan yang kurang baik menjadi sorotan utama. lantaas apa persoalan sebenarnya yang bisa di di analisis dari kondisi lapangan? apakah benar kurangnya dukungan regulasi? atau masalah administrasi?

Koperasi Maju
Koperasi Konsumen Yang Sangat Maju

Saya terlibat dalam gerakan koperasi medio tahun 1999 sebelum era 2000 di mulai, pertanyaan yang sama tentang alasan kenapa koperasi Indonesia tidak maju terus terngiang sampai kemudian saya mendapatkan kesempatan studi banding ke beberapa negara di Dunia. Keluar dari tempurung kecil benar-benar membuka mata saya, betapa besar potensi koperasi di dunia luar dan ketika saya menengok kebelakang terlihat ada banyak persoalan yang memang tidak singkron dengan prasarat perkembangan.

Persoalan pertama menurut saya adalah hilangnya modal sosial dalam koperasi. Berangkat dari pemikiran bahwa koperasi tumbuh karena kultur sosial yang kental seharusnya koperasi mudah beradaptasi dengan transformasi sederhana tetapi ternyata transisi ini gagal, koperasi kehilangan ruh sosial ekonomi ketika sudah terbentuk pada akhirnya “kebersamaan” hanya dalam konteks jumlah bukan kerja.

Point diatas terjadi karena minimnya kapabilitas membangun kerjasama. Anggota koperasi gagal membangun kepercayaan antar stake holder dan tidak mampu bekerjasama pada akhinya proses kerja sama sekali tidak optimal. Kecerdasan kelompok inilah yang tidak dimiliki oleh koperasi.

Persoalan kedua adalah minimnya daya tarik ekonomi dan sosial dari kelembagaan koperasi. Adalah fitrah manusia untuk melakukan sesuatu berdasarkan dorongan atau ketertarikan, coba anda lihat berapa banyak orang yang berbondong2 masuk koperasi langit biru karena iming2 keuntungan yang tidak logis. Maksud saya adalah koperasi harus mempunyai bargaining ekonomi dan sosial. dari segi ekonomi koperasi tidak menarik karena tidak bisa memberikan nilai tambah ekonomi. dari segi sosial koperasi tidak menarik karena bukan komunitas solid.

Masih banyak tantangan lain tetapi untuk pembahasan kali ini saya cukupkan sekian, semoga bisa memberikan gambaran kenapa koperasi di Indonesia tidak berkembang.